Galeri Investasi BEI
Universitas Muhammadiyah Malang
Galeri Investasi BEI
Universitas Muhammadiyah Malang

" JOKOWI EFFECT "

Author : Administrator | Jum'at, 12 September 2014 11:20 WIB


Indeks Harga Saham Gabungan hari Jumat (22/08) dibuka dengan harga yang hampir mencapai titik tertinggi setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan menolak seluruh gugatan Prabowo Subianto terkait hasil pemilu presiden. Keputusan MK bersifat final dan mengikat.


Memang, pasca pengumuman dicalonkannya Joko Widodo (Jokowi), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), sempat melanjutkan penguatan sejauh sekitar 3,84%. Rupiah pun sempat menguat terhadap USD, sekitar 11 poin kala itu, menyentuh kisaran 11.375 rupiah per USD. Tidak bisa dipungkiri bahwa pencapresan Jokowi mampu memberikan sentimen positif pada IHSG dan rupiah. Para pelaku pasar menyebut fenomena ini sebagai “efek Jokowi” atau “Jokowi effect”. Tidak hanya rupiah dan IHSG, indeks 45 saham unggulan (LQ45) juga menguat 4,37% psaca pengumuman tersebut.

Mengapa ada anggapan bahwa penguatan tersebut dipicu oleh “efek Jokowi”? Salah satu penyebabnya (mungkin) adalah karena penguatan IHSG terlihat kontradiktif dengan pergerakan indeks saham di bursa regional Asia. Pada saat yang sama, HangSeng (indeks saham Hongkong) dan Nikkei (indeks saham Jepang) justru melemah. HangSeng melemah sekitar 1%, sementara Nikkei melemah 3,3%. Jika dikaitkan dengan hal tersebut, penguatan IHSG dipandang sebagai sebuah “anomali”. Maka dari itulah mencuat ide “efek Jokowi” mampu mendongkrak pasar lokal.

Rupanya, “Jokowi effect” ini masih mempengaruhi pasar meskipun terdapat sengketa pilpres yang diajukan pihak Prabowo – Hatta ke Mahkamah Konstitusi. Hal ini terbukti pasca pembacaan keputusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan menolak gugatan Prabowo – Hatta dan  menjadikan hasil pengumuman KPU terhadap presiden dan wakil calon presiden terpilih 2014 Jokowi – JK adalah valid. Hal ini berimbas positif terhadap pergerakan Indeks Harga Saham gabungan (IHSG). Pada Jumat (22/8/2014), IHSG dibuka dengan harga yang hampir mencapai titik tertinggi yang pernah dicapai Perdagangan di Bursa Efek Indonesia meningkat 0,2% menjadi 5,223.95 poin, atau level harian tertinggi sejak 29 Mei tahun lalu.

 

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image